Jumat, 22 Agustus 2014

Setting Cascode XC





Sebelum setting dilakukan pastikan Ground rangkaian sudah terhubung pada casing.


Jika menggunakan PSU  bawaan preamp ini maka ada kemungkinan Vcc + dan Vcc - akan ada perbedaan. Ini wajar karena pengaruh dari Mosfet pada PSU tersebut.

   A. Setting dc offset

  1. Tekan tombol OFF pada saklar preamp
  2. Lepas IC servo dari socket
  3. Input kiri dan kanan di short ke ground
  4. Tekan tombol ON pada saklar preamp
  5. Set multimeter ke mV DC
  6. Probe multimeter item ke ground dan probe merah ke titik warna pink pada gambar diatas. 
  7. Putar trimpot untuk JFET sampai mendapat 0 Vdc.
  8. Lanjutkan ke setting bias

   B.  Setting Bias

  1. Set multimeter ke mV DC
  2. Putar trimpot ke posisi tengah.
  3. Probe multimeter item dan merah diposisi kedua kaki resistor yang ditandai garis merah diatas untuk mengukur tegangan yang lewat pada resistor tsb. 
  4. Karena trimpot di bypass dengan elco yang cukup besar, maka saat trimpot diputar tegangan tidak akan langsung berubah,.... tunggu beberapa saat
  5. Gunakan rumus V=IR, jika tegangan yg terbaca 1.85V berarti arus biasnya 1.85V / 74R = 0.025 A atau 25 mA.  Bisa dimulai dengan bias 20mA atau tegangan sekitar 1.5V
  6. Lakukan metode diatas untuk keempat mosfet.
  7. Setelah selesai biarkan XC menyala sampai 10-20 menit dan ukur kembali biasnya. Atur lagi jika ada yang berubah.
  8. Cek kembali DC offset, jika bergeser kembalikan lagi ke 0 Vdc.
  9. Matikan preamp dan pasang kembali socket servo.

  C.   Setting H2 dan H3



Jika tidak punya RTA, setting dilakukan dengan memutar trimpot Jfet ke kiri atau ke kanan sambil memutar music yang sudah kita hafal karakternya. Putar ke kiri dan kanan, cari posisi yang suaranya paling pas dengan selera dan selesai.   

Tidak perlu kuatir preamp atau power amp anda mbledosssss saat mengatur H2 dan H3 karena servo akan membuat DC offset kembali 0 Vdc.


Selamat mencoba.

Kamis, 05 Juni 2014

Ritual untuk Segelas Kopi


Mengapa judulnya segelas kopi dan bukan secangkir kopi ?  Karena saya minum kopi selalu menggunakan gelas, bukan cangkir ...

Berikut Ritualnya  :



   1.  Gerus biji kopi sebanyak 18- 25gr sesuai selera dengan setting medium to coarse, dalam skala 1 – 8, gunakan 4,5 – 5,5.  Untuk kopi Arabika Gayo, saya biasa pake 20gr untuk 240ml air. Kopi disimpan dalam bentuk biji dan baru digiling jika hendak diminum.

     Trio Kopi Sumatera ... kiriman dari Pak Welly Oprekers














    Dan Mesin penggilingnya 



















    Settingan pada mesin penggiling kopi

1



2.  Masukan biji kopi yg sudah di gerus kedalam French Press
3.  Rebus air sebanyak 250 – 260 ml.
    4.  Setelah mendidih, tunggu selama 1 menit supaya suhunya turun sedikit.
    5.  Masukan air  sebanyak 30 ml kedalam French Press dan aduk beberapa kali supaya merata dan biarkan selama 30 detik.
    6.  Tuang lagi sisa air panasnya dan biarkan selama 4 menit supaya aroma dan rasanya maksimal.
    7.  Tekan alat pressnya, tuang kedalam gelas tambah gula seperlunya, aduk lagi sedikit dan   enjoy.


Busa yang dihasilkan dari kopi Gayo Arabika sangat tebal dan halus   ...... mirip espresso.


dan ..... ampasnya

Jangan lupa buang ampas kopi dari french press kedalam tempat sampah di dapur anda, maka dapur anda akan dipenuhi oleh aroma kopi untuk beberapa saat.

Jika dibandingkan dengan Kopi Flores Arabika yang biasa saya minum, maka rasa kopi dari Gayo ini lebih pekat / tebal yang merupakan ciri khas kopi Sumatera dengan kadar keasaman dibawah Kopi Flores.  Agak sulit memilih kata2 untuk menggambarkan rasa kopi dari berbagai daerah di Indonesia.
Mungkin karena lidah saya belum cukup terlatih untuk mendiskripsikan isi dari rasa kopi.
Tapi jika anda sudah terbiasa dengan kopi Robusta yang kental dan pahit, maka kopi dari jenis Arabika akan terasa lebih ringan dan asam tetapi dengan aroma yang luar biasa.

After tastenya cukup lama bertahan dimulut, sekitar 1 - 2 jam setelah kopi habis masih terasa.

Apakah dengan 7 ritual yang harus dilewati sebanding dengan rasa kopinya ? 
Entahlah ... mungkin saya saja yang kurang kerjaan karena minimal  2x sehari ritual ini dijalankan.


Hidup Kopi Indonesia ........