Kamis, 05 Juni 2014

Ritual untuk Segelas Kopi


Mengapa judulnya segelas kopi dan bukan secangkir kopi ?  Karena saya minum kopi selalu menggunakan gelas, bukan cangkir ...

Berikut Ritualnya  :



   1.  Gerus biji kopi sebanyak 18- 25gr sesuai selera dengan setting medium to coarse, dalam skala 1 – 8, gunakan 4,5 – 5,5.  Untuk kopi Arabika Gayo, saya biasa pake 20gr untuk 240ml air. Kopi disimpan dalam bentuk biji dan baru digiling jika hendak diminum.

     Trio Kopi Sumatera ... kiriman dari Pak Welly Oprekers














    Dan Mesin penggilingnya 



















    Settingan pada mesin penggiling kopi

1



2.  Masukan biji kopi yg sudah di gerus kedalam French Press
3.  Rebus air sebanyak 250 – 260 ml.
    4.  Setelah mendidih, tunggu selama 1 menit supaya suhunya turun sedikit.
    5.  Masukan air  sebanyak 30 ml kedalam French Press dan aduk beberapa kali supaya merata dan biarkan selama 30 detik.
    6.  Tuang lagi sisa air panasnya dan biarkan selama 4 menit supaya aroma dan rasanya maksimal.
    7.  Tekan alat pressnya, tuang kedalam gelas tambah gula seperlunya, aduk lagi sedikit dan   enjoy.


Busa yang dihasilkan dari kopi Gayo Arabika sangat tebal dan halus   ...... mirip espresso.


dan ..... ampasnya

Jangan lupa buang ampas kopi dari french press kedalam tempat sampah di dapur anda, maka dapur anda akan dipenuhi oleh aroma kopi untuk beberapa saat.

Jika dibandingkan dengan Kopi Flores Arabika yang biasa saya minum, maka rasa kopi dari Gayo ini lebih pekat / tebal yang merupakan ciri khas kopi Sumatera dengan kadar keasaman dibawah Kopi Flores.  Agak sulit memilih kata2 untuk menggambarkan rasa kopi dari berbagai daerah di Indonesia.
Mungkin karena lidah saya belum cukup terlatih untuk mendiskripsikan isi dari rasa kopi.
Tapi jika anda sudah terbiasa dengan kopi Robusta yang kental dan pahit, maka kopi dari jenis Arabika akan terasa lebih ringan dan asam tetapi dengan aroma yang luar biasa.

After tastenya cukup lama bertahan dimulut, sekitar 1 - 2 jam setelah kopi habis masih terasa.

Apakah dengan 7 ritual yang harus dilewati sebanding dengan rasa kopinya ? 
Entahlah ... mungkin saya saja yang kurang kerjaan karena minimal  2x sehari ritual ini dijalankan.


Hidup Kopi Indonesia ........

Rabu, 07 Mei 2014

Folded XC - Depok Verzion

Berikut schema dari folded XC versi Depok yang sedikit berbeda dengan manual XC rev.3








Senin, 05 Mei 2014

Folded XC


Kali ini dengan menggunakan PCB yang sama, Cascode XC berubah wujud menjadi Folded XC.

Jumper servo harus dirubah karena susunan kaki pada mosfet bagian final juga berubah.  Berikut penampakannya.


Mohon maaf jika gambarnya kurang jelas karena hanya menggunakan kamera henpon.

Edit .... close up jumper.





Lingkaran kuning lokasi jumper pada point A dan C yang terhubung dengan kaki Source J313.
Tanda panah merah merupakan test point untuk mengatur distorsi.



Secara teknis, si folded ini membalik fasa sehingga untuk menetralisir, terminal speaker harus kita balik.
Berikut penampakan dari oscilloscope.


Bagian atas adalah square wave 1KHz pada bagian input dan yg bawah adalah outputnya dengan fasa yang terbalik.

Kesan dan Pesan

Pesan pertama : Tidak usah kuatir jika terminal speaker lupa dibalik. Speaker anda tidak akan mbledush ataupun ampli anda akan mengeluarkan asap tebal.  Dibalik atau tidak semua aman2 saja.

Pesan kedua  :  Setting bias agak sulit dilakukan, apalagi jika mosfet K2013 dan J313 tidak match.


Pesan Ketiga  :  Perhatikan perubahan jumper servo yg berbeda dng Cascode XC.

Pesan Keempat  :  Tidak ada pesan keempat.

Setelah mendengar Cascode XC yang sangat gesit dan dynamis, maka si folded ini suaranya lebih kalem.
Mid terasa lebih tebal dan hangat sementara low dan high tidak sebaik Cascode XC.
Baik Image, staging dan  layering tidak sebaik Cascode.  Suara mudah berubah jika posisi kita berubah, stage terasa lebih sempit dan suara terasa agak menumpuk di satu tempat saja sementara pada cascode masing2 alat musik benar2 terasa terpisah.

Pengaturan Distorsi sama dengan Cascode yaitu dengan memutar trimpot pada Source JFET. Silakan diputar kekiri atau kekanan saat musik berbunyi untuk mendapatkan suara yang sesuai selera.
Jika servo dihidupkan, maka tidak perlu susah payah membuat DC offset menjadi 0 mV karena servo akan memaksa offset tidak lebih dari 1 mV.

Sekian dan terima kasih sudah membaca.


Minggu, 04 Mei 2014

JB Caps - JNE Series

Berikut penampakan dari elco JNE series dari JB.  Elco ini dipasang sebagai output caps pada tube headphone amplifier.







Baru beberapa jam saja terpasang dan belum break in, tetapi kesan pertama begitu menggoda.
Harganya relative lebih mahal dari elco yang biasa dijual di toko sekitar rumah tapi dibanding dengan performancenya elco ini layak mendapat banderol yang lebih.

to be continued .........





Splitting the output of Signal Generator

Bagi rekan yg ingin membagi output dari signal generator menjadi dua untuk kiri dan kanan, berikut rangkaiannya.



Rangkaian ini untuk signal generator dengan output impedance 600 Ohm.


Sabtu, 05 April 2014

Cascode XC Pre - Initial review ...... a V4 engine Pre Amp.

Seperti yang sudah pernah dibahas di grup Gemblung, perbedaan penggunaan DC servo dengan Output Caps benar-benar seperti pagi dan sore.  Saya tidak mengatakan output caps jelek karena mungkin caps yang dicoba tidak cocok dengan XC tetapi dari 3 caps yang saya coba, output caps akan membunuh karakter XC yang sebenarnya.

Dengan servo, tidak ada masalah dengan nada low yang kurang menjangkau kebawah seperti output caps walau sudah dipake yg ukuran 10 uF.  High yang jadi kurang transparant karena mungkin caps yang digunakan bukan premium grade yang harganya juga biasanya tidak murah.

Karakter umum untuk XC bener2 gesit, transient bagus, lownya bisa deep dan tetap punch sementara highnya bisa dibilang nyaris tanpa batas, batasnya hanya telinga kita sendiri.

Jika diibaratkan mesin, pre ini ibarat mesin sport V4 dengan rem dual caliper per cakram.


Karakter khusus XC sangat tergantung dari setting bias Jfet.  Suara yang dihasilkan cukup berbeda jika offset jfet kita set di 0 mV, dibawah 0 mV atau diatasnya.

Pada offset jfet 0 mV, stagingnya cukup bagus, image 3D dapat, layering serta separasinya bisa didapat.  Low tetap deep dan terkontrol serta high yang cukup transparant.  Buat yg biasa dengan pre tabung mungkin Mid nya terasa kurang berbobot.  Kalo dibandingkan dengan Bosoz, low dan high bagus XC , tapi midnya masih belum.

Saat offset diturunkan sampai -17 mV, perbedaan mulai cukup signifikan terutama di nada atas yang terasa lebih extend serta mid bass yg lebih gesit . ...... V4 with Turbo Charger
Staging lebih lebar tapi datar, separasi tidak sebaik 0 mV.

Sayangnya belum sempat dicoba untuk menggeser offset ke arah positif, keburu ngantuk .......

Dibawah ini foto jumper untuk mengaktifkan DC servo untuk rangkaian Cascode XC, disambung ke kaki Source 2SK2013













pengukuran iseng2 dengan hasil yang akurasinya perlu dipertanyakan .............................
Sine wave 1 KHz, 0 mV offset
















Ini Sine Wave 1 KHz  dengan offset - 17 mV

















Pengukuran dilakukan sebagai iseng belaka karena mendengarkan sine wave 1 KHz dalam waktu lama adalah sangat membosankan.

Monggo ...... silakan diterjemahkan sendiri hasilnya ....
Dan juga jangan tanya apa itu staging, layering, image ..... karena istilah tersebut digunakan hanya untuk gaya-gayaan saja supaya nampak canggih dan profesional  :-)


Terima kasih sudah membaca.


Salam,
Ba





Jumat, 04 April 2014

Grounding Layout for XC Preamp

Sketch of grounding layout for XC preamp builder. Built and tested.